31 January 2009

KUISIONER DARI SEORANG SAHABAT

·Kuisioner ini bersifat sukarela tidak memaksa dan bermaksud untuk menggali pendapat masyarakat/responden setelah 63 tahun bangsa Indonesia merdeka dan setelah sekian lama menghayati dan mengamalkan ajaran Islam yang kita yakini kebenarannya, sebagai sesama muslim dan demi pengembangan selanjutnya maka kami mohon jawaban para responden apa adanya dan apa yang anda pikir, rasakan, dan lakukan tanpa menyebutkan identitas diri.

·Kuisioner ini ditujukan kepada sekitar 20 orang kerabat dekat, teman dan kenalan, guna kepentingan akademis tanpa bermaksud mengukur keimanan seseorang ataupun kepentingan pribadi, golongan ataupun politik. Anda tidak perlu terburu-buru menyerahkan kembali kepada kami, pengisian kuisioner ini bisa dilakukan waktu luang diantara waktu sibuk anda, untuk itu kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini karena telah menyita waktu santai anda.

·Untuk semua jawaban yang anda berikan kami tidak menjanjikan imbalan apapun, untuk itu kami hanya bisa mengucapkan terima kasih atas partisipasi anda telah membantu kami dalam menyelenggarakan kuisioner ini.

Jawaban pertanyaan mohon ditulis di bawah setiap pertanyaan, bila perlu bisa ditulis di lembaran lain.

1.Menurut anda, apa pengertian hidup ini?

Kalau anda bertanya kepada saya atau orang lain, apa pengertian hidup ini? Maka anda akan balik ditanya, apa arti hidup hidup ini menurut anda? Maka jawaban anda dengan saya pasti berbeda dan takkan pernah sama. Hidup anda dan saya tidaklah sama, mungkin karena saya adalah laki-laki dan anda perempuan atau sebaliknya, saya orang Indonesia dan anda orang asing, atau apapun perbedaan itu. Namuan secara garis besar dalam hidup dan kehidupan ini orang pasti memberi pengertian bahwa hidup adalah suatu amanah yang mesti dilaksanakan setiap orang. Merupakan anugrah besar dari Tuhan bahwa kita diberi kehidupan, menurut saya arti hidup itu sendiri beragam dan takkan cukup bila diuraikan dan ditorehkan dalam catatan ini. Hidup adalah Kebesaran dari Yang Maha Kuasa yang dituangkan dalam bentuk nikmat, nikmat ini sendiri beragam. Hidup adalah suatu proses pencaharian Yang Maha Kuasa itu sendiri karena saya takkan pernah tahu hakikat diri saya sebelum tahu siapa yang Maha Kuasa tersebut, dari saya lahir, besar, mungkin nanti berkeluarga kemudian kembali kepada-Nya dan kalau Dia ridho bertemu dengan-Nya, dalam pengertian lain hidup adalah proses pencaharian tujuan yang sebenarnya. Dan saya sendiri, anda atau siapapun takkan pernah tahu dimana kita berlabuh nantinya…hanya Tuhan yang tahu.

2.Sebagian orang mengatakan bahwa hidup ini menyenangkan, apakah anda setuju dengan pendapat ini? Kalau setuju apa alasannya, kalau tidak setuju, mengapa?

Tidak ada satu orang pun yang berakal sehat yang mengingkari bahwa hidup yang sementara ini memang menyenangkan. Bila ada orang yang berkata bahwa hidup menyebalkan, tidak menyenangkan, membosankan, dan lain sebagainya, maka sesungguhnya orang tersebut tidak pernah hidup, lain kata hal-hal seperti diatas adalah perkataan orang yang tidak hidup dalam kehidupannya. Kehidupannya petani berarti bertani tidak member kehidupan yang layak padanya, kehidupannya pegawai maka mungkin kepegawaiannya belum mencukupinya. Namun bukankah ada kala sisi yang menyenangkan dalam kehidupannya, bila ia, maka kala itulah ia sesungguhnya hidup dan selebihnya adalah kerangka-kerangka kehidupan lainnya. Kalau ummat muslim berpendapat “tidak ada syukur dalam kehidupannya”.

3.Setiap orang punya tujuan hidup, apa sebenarnya tujuan hidup anda sekarang ini dan yang akan datang?

Manusia, berarti anda, saya dan yang lainnya adalah sama. Mempunyai tujuan hidup yang sama yaitu bahagia, sejahtera, senang, tenteram dan damai, kalau ada orang atau sekelompok orang yang dengan kasat mata berbuat kerusuhan, kerusakan, hal itu bukan tujuan hidup mereka yang sebenarnya, mungkin ada suatu keadaan yang memaksanya. Tentara Israel yang membombardir Palestina karena mereka Warga Negara dan Tentara dari Negara tersebut, maka mereka mau tidak mau menuruti Presiden atau Pimpinan mereka, Pimpinan atau Presiden mereka sendiri berbuat demikian karena keadaan alam Palestin-Gaza yang begitu kaya, seperti Indonesia dijajah karena kekayaan alamnya, kalau tidak kaya alamnya buat apa? atau unsur balas dendam, itulah keadan yang membuat mereka demikian. Namun disamping itu, hal terpenting yang mungkin mereka turuti adalah hawa nafsu, bila terjadi demikian, maka mereka tidak punya tujuan hidup, siapa saja yang menuruti hawa nafsunya maka ia takkan mempunyai tujuan hidup. Sama seperti binatang yang hanya menggunakan nafsu. Bukankah kita manusia berakal dan sempurna ? kalau ya, maka tujuan hidup kita pasti sama sebagaimana diatas.

4.Sebagian orang mengatakan bahwa dalam menjalani hidup ini kita pasrahkan semua keputusan pada Tuhan, dan kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan? Apakah anda setuju dengan pendapat ini, kalau setuju apa alasannya, kalau tidak setuju, mengapa?

Keputusan final memang ada di tangan Tuhan, siapapun pasti meng-amininya, apalagi ummat muslim. Tapi apakah cukup dengan berpangku tangan dan menunggu? Ternyata tidak, kita harus berbuat, berusaha semaksimal mungkin, mencari dan mencari keputusan yang sudah digariskan Tuhan tersebut. Tidak ada orang yang mau lari sekencang-kencangnya jika ia tahu pada akhirnya ia akan kalah dalam lomba lari tersebut. Tidak ada orang yang mau berdagang bila ia tahu ia akan rugi. Tidak seorangpun ibu pun yang mau melahirkan dan menyusui anaknya seandainya Ibu itu tahu kapan anak yang dilahirkan dan disusuinya tersebut meninggal. Dan sudah sewajarnya manusia berusaha dalam kehidupannya karena ia diberi “ketaatan” dan “keingkaran”. Kalau taat saja berarti malaikat, sebaliknya kalau ingkar saja berarti syetan. Kalau tidak kedua-duanya berarti hewan, tumbuhan, dsb. Namun disamping kita berusaha mencari keputusan Tuhan yang sudah final tersebut, kita mesti mengharapkan nikmat dan ridlo-Nya dengan menengadahkan tangan keatas. Semua ummat manusia baik muslim-non muslim pasti ada harapan dalam dirinya, dan harapan tersebut adalah do’a.

5.Dalam perjalanan kehidupan ini ada 2 tahapan yang akan kita jalani, yaitu kehidupan dunia dan akhirat, sekarang ini kita sedang menjalani tahap kehidupan dunia, yakinkah anda pada kehidupan di akhirat kelak? Usaha apa saja yang sedang dan telah anda lakukan untuk bisa sukses melewati keduanya?

Semua orang pasti meyakini adanya kehidupan di akhirat kelak, begitu pula saya. Dalam mencapai kehidupan akhirat tersebut sudah pasti persiapan kehidupan di dunia ini. Saya hanya belajar, belajar, dan belajar. Belajar menjadi lebih baik lagi. Belajar menjadi lebih pintar. Belajar mencari kehidupan yang lebih mapan. Belajar mencari jodoh yang sesuai. Belajar menjadi manusia sebagai hamba Allah. Semuanya dalam kehidupan di dunia ini dalam proses belajar.

6.Untuk menjalani 2 tahap kehidupan diperlukan panduan atau ilmu yang perlu dicari dipilih dan diamalkan sekaligus secara bersamaan di dunia sekarang? Menurut anda sudahkah anda mendapatkan panduan atau ilmu tersebut? Dan menurut anda, apa yang dimaksud dengan ilmu dunia?

Sebahagian kecil telah dapat saya temukan, dan mungkin sampai mati, saya dan kita semua hanya dapat menemukan sebahagian saja, karena tiada yang dapat menemukannya dengan sempurna, hanya Allah lah yang memiliki kesempurnaan tersebut. Menurut hemat saya tidak ada ilmu dunia dan tidak ada ilmu akhirat. Ilmu satu sama lain ter-integritas sedemikian rupa, tidak bisa di blok-blok. Karena bila dipisah-pisahkan maka kita takkan pernah sampai pada tujuan yang sebenarnya yaitu kehidupan dunia-akhirat. Jangan pernah memisahkan atau mendiskreditkan salah satu diantara keduanya.

7.Sekarang ini Anda pasti sudah berusaha untuk bisa mempelajari dan mulai mengamalkannya, seberapapun presentasenya, sampai titik ini apakah anda sudah bisa menyimpulkan apakah agama Islam yang kita jalani ini bisa dikatakan sebagai ilmu dunia dan ilmu akhirat, atau ilmu akhirat saja, mohon dijelaskan pemahaman anda…

Kalau anda Tanya berapa presentasenya? Maka akan saya jawab 50%, mengapa? Karena saya tidak pernah tahu, dan siapapun tidak ada yg tahu. Jangan pernah mempresentasekan amalan dan perbuatan, karena hitungannya bukanlah hitungan manusia dan seisi alam ini, yang menghitungnya adalah yang takkan pernah lupa ataupun tertidur. Amalan kecil yang dilakukan orang “kecil” bisa saja besar presentasenya dihadapan Allah atau sebaliknya. Saya jawab 50% karena saya berfikir bila seandainya saya ada tempat diantara surga-neraka, tapi ini adalah kerjaan Abu nawas saya tidak ikut-ikutan. Masalah “din al-islam” apakah ajarannya ilmu dunia atau akhirat?. Sebagaimana saya katakan sebelumnya bahwa tidak ada ilmu dunia atau akhirat. Islam sebagai ajaran agama sekaligus merupakan ilmu adalah sumber segala ajaran, sumber segala pemahaman agama, tidak ada agama selain Islam, tidak pernah ada agama Yahudi, Nasrani, dsb. Agama “din” di dunia ini dari mulai dunia ada sampai berakhir nantinya hanyalah Islam. Al-qur’an adalah kitab semua ummat, baik ajaran Yahudi dan Nasrani (ajaran yg haqiqi) ada dalam Al-qur’an, kalau ummat-ummat terdahulu masih berpegang kepada kitab-kitab yang masih murni sudah pasti mereka meng-imani yang datang setelahnya, karena dalam kitab-kitab mereka mengatakan demikian. Dengan logika sederhana saja : bukankah bila ada kitab undang-undang baru yang lebih sempurna maka kitab undang-undang lama sudah tidak berlaku?, atau mungkin berlaku karena sebahagian isinya diambil dari kitab lama tsb. Tetapi kembali lagi keawal tadi, manusia sebagai “khalifah” penguasa bumi diberi kebebasan penuh “taat” atau “ingkar’. Jangan pernah membawa-bawa Tuhan dalam kesalahan kita karena kita telah diberi segalanya.

***jawaban pertanyaan-pertanyaan ini ditulis di Jakarta tgl 16-1-2009 jam 01:00***

3 comments:

muhammad said...

Horas bah......ternyata pernak-pernik blognya mantap juga...pake berlian....kalo jatoh satu langsung kaya.........

m.ritonga said...

Thanks ya akhi..
Silahkan ambil..hehehe

Dini Embun Pagi said...

Sungguh damai dan indah yah hidup itu, jikalau kita tahu hakikat hidup ini...

´